Bawang Merah Berhasil Dibudidayakan untuk Pertama Kalinya di Desa Mandesan

Dok. KKK Ikom Uniga 2026

Blitar – Bawang merah untuk pertama kalinya berhasil dibudidayakan di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Percobaan yang dilakukan oleh salah seorang petani setempat menunjukkan hasil positif hingga memasuki masa panen.

Petani tersebut, Misiran, warga Desa Mandesan, sebelumnya mempelajari teknik budidaya bawang merah di Malang. Setelah memperoleh pengetahuan tersebut, ia mencoba menerapkannya pada lahan pertanian di desanya.

Upaya tersebut berawal dari keinginannya untuk meningkatkan hasil pertanian. Ia kemudian melakukan percobaan dengan menanam bawang merah dan merawatnya hingga masa panen.

“Awalnya ya coba-coba dulu, Mbak. Terus akhirnya berhasil, terus diteruskan,” ujar Misiran.

Proses budidaya membutuhkan waktu sekitar 65 hari. Tahapannya dimulai dari menata tanah, membuat bedengan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman. Selama masa pertumbuhan, tanaman membutuhkan perawatan secara rutin.

Penyiraman dilakukan pada sore hari, sedangkan pagi hari digunakan untuk penyemprotan guna mengendalikan hama. Salah satu kendala yang dihadapi selama pemeliharaan adalah serangan ulat yang cukup sulit diatasi.

Hasil panen perdana tersebut kemudian dipasarkan melalui tengkulak atau bakul. Sebagian hasilnya juga dikirim ke luar daerah, termasuk Jakarta sebagai tujuan pengiriman terjauh.

Capaian tersebut turut menarik minat petani lain untuk mengikuti langkah serupa. Menurut Misiran, semakin banyak warga yang mulai tertarik menanam setelah melihat hasil dari percobaan pertama.

“Iya, tertarik. Ini yang akan nanam ini banyak ini, Mbak,” katanya.

Keberhasilan percobaan tersebut membuka peluang pengembangan komoditas baru di Desa Mandesan. Budidaya bawang merah diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam meningkatkan hasil dan keragaman usaha pertanian.

Post a Comment

0 Comments