| Dok. KKK Ikom Uniga |
Blitar – Desa Mandesan, Kecamatan
Selopuro, Kabupaten Blitar tidak hanya mengandalkan sektor pertanian sebagai
sumber penghasilan masyarakat. Usaha perikanan, khususnya ikan koi, menjadi
salah satu kegiatan yang ditekuni warga dan berpeluang menjadi sumber ekonomi
alternatif.
Salah
satu warga yang menekuni usaha tersebut adalah Fandi Achmad.
Ia telah menjalankannya selama sekitar lima tahun. Ketertarikannya bermula saat
pandemi COVID-19 ketika ia kembali dari luar kota dan melihat peluang ekonomi
dari ikan koi.
“Awal
mula budidaya ikan koi waktu itu pas Corona, Mbak. Waktu Corona kan saya di
luar kota, habis itu pulang, lihat-lihat ikan koi kok kayaknya menjanjikan, nah
akhirnya ikut budidaya ikan koi,” ujar Fandi Achmad.
Kegiatan
tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemijahan hingga
pembesaran. Tidak seluruh telur dapat berkembang dengan baik. Setelah menetas,
ikan dipelihara di kolam dan menjalani penyortiran secara berkala untuk
menentukan kualitasnya.
Penyortiran
dilakukan setiap satu bulan. Ikan dengan kualitas kurang baik dipisahkan,
sedangkan yang dinilai lebih bagus dipelihara kembali hingga mencapai ukuran
yang siap dipasarkan.
Perubahan
cuaca menjadi salah satu tantangan dalam proses pemeliharaan. Perbedaan suhu
antara malam dan siang hari dapat membuat kondisi lingkungan kolam tidak stabil
sehingga membutuhkan perhatian lebih dari pembudidaya.
Dalam
menjangkau konsumen, Fandi memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Jika sebelumnya Facebook menjadi salah satu platform yang ramai digunakan, kini
TikTok menjadi media yang lebih banyak dimanfaatkan untuk menawarkan ikan
kepada pembeli.
Jangkauan
pasarnya tidak hanya berada di sekitar Blitar. Ikan hasil peliharaannya telah
dikirim ke sejumlah daerah, termasuk Banten dan Banyuwangi. Untuk pengiriman
jarak jauh, metode transportasi disesuaikan dengan tujuan dan estimasi
perjalanan agar kondisi ikan tetap terjaga.
Menurut
Fandi, peluang usaha tersebut masih terbuka luas karena cukup banyak warga Desa
Mandesan yang menekuni kegiatan serupa. Kondisi ini dinilai dapat mendukung
perkembangan sektor perikanan sebagai salah satu alternatif sumber penghasilan
masyarakat.
“Insya
Allah potensinya sangat menjanjikan. Soalnya kan di sini banyak pelaku budidaya
ikan koi,” katanya.
Keberadaan
usaha tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Mandesan mulai mengembangkan
sumber ekonomi di luar sektor pertanian. Pemanfaatan media digital dan
jangkauan pemasaran ke berbagai daerah turut membuka peluang bagi komoditas
lokal untuk berkembang lebih luas.
0 Comments