Musyawarah Besar Komunikasi
Bertajuk Think Inovate Transform

Dalam rangka mempersiapkan estafet kepemimpinan menjelang akhir jabatan, segenap anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himkomunika) gelar Musyawarah Besar Komunikasi (Musakom). Dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi, kegiatan ini juga dihadiri segenap dosen Ilmu Komunikasi serta alumni. Musakom kali ini dilangsungkan di Laboratorium Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana (Uniga) Malang (11/6).

Dalam sambutannya, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Muhammad Asnan, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal untuk kepemimpinan baru dalam membangun budaya organisasi yang memiliki ambisi di setiap langkah dan gerakannya demi kemajuan Himkomunika.

“Seperti spirit yg sudah kita bangun hingga saat ini, Think Inovate Transform. Berbagai ivovasi terbaru saya harap akan lahir dari kepengurusan berikutnya. Melalui Musakom ini, Semoga pemimpin yang dihasilkan nantinya amanah baik Ketum, Waketum, Sekjen, Bendahara, dan Koordniator lainnya” Muhammad Asnan, S.Sos., M.I.Kom, Kaprodi Ilmu Komunikasi.

Beberapa agenda penting dalam momen Musakom ini  yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari masing-masing divisi Himkomunika periode 2023-2024 dan Pemilihan Struktur inti oranisasi. Dalam Pemilihan Ketua Umum, di penghujung Musakom, Satu nama Lahir sebagai Ketua Umum terpilih yaitu Dzikra Abidya untuk Himkomunika periode 2024-2025.

“Saya sangat senang karena teman-teman dan para dosen yang hadir dalam acara tersebut telah mempercayakan jabatan ini kepada saya. Di samping itu, kepercayaan ini akan saya jaga dan tidak bisa dianggap remeh. Karena hingga satu tahun ke depan, Himkomunika akan saya pimpin mulai dari penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan selaras dengan Visi dan Misi Himkomunika” Tutur Dzikra.

Menutup agenda itu, berbagai jabat tangan diberikan sebagai ucapan selamat atas terpilihnya Dzikra sebagai Ketua Umum Terpilih, serta menyusul nama Zhaki Naufal selaku Wakil Ketua Terpilih, dan M. Wirayuda sebagai Sekretaris Jendral Terpilih. ia

“Mari saling bergandeng tangan. Di dalam organisasi ada friksi, ada perbedaan pendapat, itu sebuah keniscayaan. Yang penting adalah bagaimana perbedaan itu disatukan kembali di dalam organisasi itu untuk melanjutkan estafet kepemimpinan” Sambung Kaprodi.
(key)

 

Post a Comment

0 Comments