Merdeka dalam Berkarya, Mandiri dalam Bekerja


Sumber : Twitter.com (@Mr_Shypool)

Sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai passion bagi para Fresh Graduate, membuat Fuji lebih memilih untuk membuka usahanya sendiri yang bergerak dibidang Audio Visual Production House.

Pada era 4.0 ini kita dihadapkan dengan persaingan dunia pekerjaan yang sangat kejam. Kita sebagai generasi milenial harus bisa memberikan solusi - solusi yang terjadi di lingkungan masyarakat. Apalagi kita sebagai Fresh Graduate, kita harus mempunyai pandangan kedepannya demi masa depan yang kita impikan. Hidup memang banyak pilihan, termasuk juga dengan kita sebagai sarjana muda kita dihadapkan dengan pilihan pekerjaan pada saat sudah lulus nantinya. Kita di hadapkan dengan pilihan antara bekerja masuk dalam sebuah instansi atau ingin mandiri dengan membuka usaha. Dengan semakin dewasanya pemikiran sarjana muda pada saat ini, mereka bebas memilih pekerjaan yang sesuai dengan kesukaanya atau yg sering disebut sesuai dengan passionya. Dengan Begitu, mereka para sarjana muda lebih suka mengerjakan pekerjaan tersebut. Selain passion itu para sarjana muda juga ingin merdeka dalam bekerja, karena mereka bekerja sesuai apa yang dia suka. Tidak berhenti disitu ada sebagian mahasiswa yang ingin mandiri dalam bekerja yaitu dengan membuka usaha sendiri sesuai dengan apa yang mereka suka. Dengan membuka usaha sendiri mereka bisa mempertahankan sifat idealisnya dan tentu sesuai dengan passionya. 
Menurut Fuji Suchroni seorang alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2016 dan sekaligus salah satu sosok pendiri production house RENCANG MAKARYO Malang, berkata “Siap atau tidak siap di era 4.0 ini  kita harus berani bertarung diluar sana dengan bersenjatakan softskill maupun hardskill kita dan dengan mengetahui passion kita apa. Karena dengan kita mengetahui passion kita apa, Kita jadi tau kehidupan selanjutnya kita harus kemana.” Fuji sendiri pernah meraskan saat-saat tersebut, dimana dia bekerja di suatu instansi tetapi tidak sesuai dengan passionya di bidang audio visual dan memang itu menjadikan dia tidak mandiri dalam bekerja sebutnya. Seetelah dia merasa tidak nyaman dalam pekerjaannya tersebut diapun memelih untuk resign. Setelah resign diapun berpikir panjang dan dia merasa bahwa dia mempunyai passion dan skill di bidang audio visual, kenapa kok tidak membuka usaha sendiri dia merasa merdeka dalam berkarya dan mandiri dalam bekerja.
Sebagai orang yang hidup di zaman milineal Fuji juga harus mengikuti apa yang sedang dibutuhkan di masyarakat. Bahwa di masyarakat padaa saat ini sangat susah untuk mecari pekerjaan apalagi pekerjaan yang sesuai dengan apa yang kita sukai. Fuji berpikiran bahwa syukur-syukur dengan dia membuka Usaha sendiri bisa membuka lowongan pekerjaan. Secara tidak langsung diapun juga turun dan berdampak positive di masyarakat. Dia melihat peluang bahwa dunia kreatif saat ini sangat membuthkan orang-orang baru yang fresh sepertinya yang lebih innovative dan lebih kreatif karena dia merasa tahu apa yang sedang trend di zaman sekarang.   
Pria lulusan UMM ini menuturkan bahwa media sosial pada saat ini memiliki peran penting dalam membantu usahanya. “Tetapi dalam menjalankan usaha kita juga harus menuangkan sisi idealis kita karena itu bisa menjadi ciri khas dalam usaha kita”, tutur dia. “Karena dengan hanya kita mengikuti pasar saja tidak cukup, kita harus lebih kreatif, innovative dan tentunya kita harus juga mempunyai ciri khas.” Lanjutnya. Usaha yang dilakukannya sudah berjalan selama 3 tahun dan sudah ratusan client yang sudah ditanganinya mulai dari Dokumentasi acara hingga Company Profile Instansi. Dia beranggapan bahwa usahanya bisa berjalan salama ini berkat dia melakukan pekerjaan yang sesuai dengan passionnya atau yg sesuai dengan kesukaanya.(aef)

Post a Comment

0 Comments