Literasi Menghilang Gara – Gara Game Online


Photo By Redaksi Ob


Kemunculan Game Online hari ini menimbulkan banyak pengaruh buruk bagi orang yang memainkan nya, terutama bagi kalangan mahasiswa. Tak hanya berpengaruh dari segi kesehatan yang buruk, bahkan ada yang sampai kejiwaanya pun ikut tergangu karena sudah tercandu bermain game online.

Game merupakan salah satu hiburan untuk menghilangkan kejenuhan. Namun kini muncul Game online yang merupakan aplikasi terobosan terbaru di era 4.0 saat ini. Game yang di design dengan sedemikian rupa agar terlihat menarik bagi yang memainkannya justru menimbulkan banyak hal negative terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Ada banyak game online yang bisa didownload dengan mudah dan dimainkan di aplikasi Playstore. Aplikasi Game yang Gratis ini semakin banyak mahasiwa yang mendownload dan tetntunya asyik memainkannya. Diantaranya Game Free Fire, Game Mobile Legend, Game Player Unknown’s Battlegrounds atau yang sering di sapa PUBG, game Clash Of Clan dan tentunya masih banyak game online lainnya. Jika kita berkaca pada hari ini mahasiswa yang orientasinya orang terpelajar dan berilmu kini mulai terganti dengan mahasiswa gamers. Litersai mahasiswa, Forum diskusi mahasiswa, aksi mahasiswa semuanya hampir punah diterpa game online, dan mahasiswa lebih memilih dan senang bermain game onlie daripada literasi.

Warung Kopi yang berjajar dan banyak ditemukan di pinggiran jalan kini dipenuhi oleh mahasiswa namun sangat di sayangkan mereka mahasiswa yang ngopi atau berkumpul dengan temannya di warung kopi bukan untuk diskusi atau literasi melainkan untuk mabar bermain game online bersama teman-temannya. Miris sekali jika kita melihat hal tersebut. Padahal mahasiswa merupakan agent of change, lantas jika hal ini terus berlanjut apakah mahasiswa bisa menjadi agent of change untuk merubah peradaban dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Rata-rata mahasiswa pecinta game online atau gamers jarang sekali mereka peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri dan lebih memilih asyik bermain game.
Jika kita perhatikan mahasiswa hari ini jauh berbeda dengan mahasiswa jaman dulu. Mahasiswa hari ini minim sekali dalam bidang keilmuannya, sangat berbeda denagn mahasiswa jaman dulu yang mana mereka kaya akan litersai kaya akan keilmuannya. Apabila kita rincikan apa saja yang menjadi faktor atau pengaruh game online untuk para mahasiswa diantaraya : Kurangnya Litersai, hilangnya Budaya diskusi, mengakibatkan kejiwaaan terganggu, kesehatan akan memburuk, Hilangnya rasa empati, dll.
Dari sini kita bisa melihat betapa bahayanya bermain game online meskipun dengan adanya game online bisa menambah lowongan pekerjaan, dengan cara jadi youtuber. Mereka yang menjadi youtuber bisa menghasilkan uang dari hasil bermain game onlinenya itu sendiri. Namun patut kita waspadai juga terutama bagi mahasiswa yang sedang mencarii ilmu bahwa kebanyakan bermain game juga tidak baik dengan pengaruh-pengaruh yang kita bisa lihat diatas tadi. Seharusnya mahasiswa patut menyadari dirinya sendiri, mereka jauh dari kampung halamannya pergi merantau untuk kuliah namun mereka tidak menggunakannya dengan sebaik mungkin, malah kuliah hanya untuk bermain game online saja, alhasil mereka pulang kerumah tidak akan membawa apa-apa yang ada hanya gamers tidak mampu melakukan apa-apa dan tidak bisa memberikan apa yang sudah di dapat dari bangku perkuliahannya untuk kesejahteraan masyarakatnya itu sendiri.
Jangan sampai mahasiswa kecanduan bermain game online dan tidak bisa melepaskannya. Jika mahasiswa sudah kecanduan bemain game online maka dia harus segera memutusnya atau memberhentikanya, salah satu caranya yaitu dengan menghapus game tersebut dan sering berdiskusi di warung kopi atau manapun. Karena dengan adanya diskusi mahasiswa akan bisa menghilangkan kecanduannya bermain game online dan bisa menambah keilmuannya.
Gunakan sebaik mungkin masa –masa menjadi mahasiswa, masa duduk di bangku perkuliahan, Karena kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya mesikup kesempatan itu datang namun akan tetap berbeda . mari gunakan untuk Ruang lietrasi dan berdidkusi agar keilmuan mahasiswa bertambah dan bisa membawa hasil dari proses perkuliahannnya untuk kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengabdi pada Negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), (Asep)

Post a Comment

0 Comments