Memaknai
Ramadhan sebagai Momentum Eksponensial
Malang, Hipodermik - Kedatangan bulan
Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghihur bagi setiap hati orang
mukmin, beribu keistimewaan, kedahsyatan, dan keagungan ditawarkan di bulan
suci ini. Pahala diobral, ampunan Allah SWT tersebar ke setiap makhluk-Nya yang
tidak segan untuk seraya bermunajat dalam setiap ruang maupun waktunya.
Mereka yang menyadari
kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, pasti
selalu menunggu momentum datangnya bulan agung ini sebagai masa pelebur dosa.
Dalam mempersiapkan
penyambutannya hingga penghujung bulan yg kerap ditutup dengan hari raya idul
fitri dan budaya lebaran. Tidak banyak yang tahu bahwa keistimewaan bulan
ramadhan merupakan sesuatu yang tidak sesekali orang melewatkannya, padahal
begitu banyak dalil dan petunjuk serta arahan yang Allah SWT sampaikan dalam
kalam-kalam-Nya serta dalam hadist rasul-Nya, amat begitu jelas.
Segala jaminan kepada
seluruh Umat yang beriman kepada-Nya, akan segala ampunan dosa, kucuran rahmat,
serta kemuliaan ampunan-Nya kerap menjadi sesuatu yang seringkali kita
hindarkan. Insan yang menyadari betapa banyak dosa yang melumuri dirinya tidak
ada rasa kecuali bahagia dalam menghadapi datangnya bulan suci ini.
Bagaimana tidak, segala
pintu kebaikan dibuka dengan selebar-lebarnya, mulai dari pintu sedekah, amalan
shalat, Tadarus Al - qur'an hingga menahan segala nafsu yang terlumat. Semuanya
memiliki nilai kebajikan yang begitu eksponensial, pahala yang berlipat ganda,
dan keberkahan Allah yang mengucur deras dari siang hingga malam tiba.
Seorang sahabat
menuturkan, "Jika Allah SWT berkenan menjadikan setiap bulan adalah bulan
Ramadhan, maka kemaksiatan yang terjadi akan semakin sedikit, kejahatan akan
terkikis, dan kriminalitas akan tersisir, mereka yang menyia-nyiakan hanya mereka
dengan jiwa-jiwa yang tidak menyadari betapa sucinya bulan ramadhan".
Bulan ini menawarkan
ganjaran besar-besaran dalam setiap diri manusia yang tak enggan menjadi
pribadi yang pemurah, dermawan, dan senantiasa mengerjakan kebajikan. Ramadhan
layaknya 'wash machine' bagi setiap lumuran dosa manusia. Betapa suci Allah
atas segala kemurahan-Nya untuk menuntun kita semua dalam menyusuri jalan yang
diridhoi-Nya.
Ajaran yang menyeru
kita semua untuk menjadi sosok yang tak enggan berbagi kepada sesama, pribadi
muslim sejati, jiwa yang pemaaf lagi pemurah, dan selalu ingat akan dosa-dosa.
Maka ketahuilah bahwa kedermawanan merupakan salah satu sifat Allah Swt ,
sebagaimana sahabat meriwayatkan " Sesungguhnya Allah Swt itu Maha
Memberi, Ia mencintai kedermawanan, serta akhlak mulia, Ia pun membenci akhlak
yang buruk " (HR. Al baihaqi di shahihkan Al albani dalam shahihul jami '
1744 )
Kita dapat melihat hal
ini sebagai pembelajaran kita bersama bahwa sifat kedermawanan dan kebajikan
adalah sifat yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Setiap manusia yang beriman,
selalu ingin dijumpai bulan suci ini setiap tahunnya. Setiap dari kita tidak
tahu, sampai kapan kita diberi kesempatan bernafas dan hidup di Bulan Ramadhan.
Akan kah tahun depan kita masih dapat merasakan keistimewaan bulan tersebut
atau bahkan tidak. Manusia beruntung adalah manusia yang diberi pemahamam dan
kepahaman terhadap ilmu agama, oleh karenanya ia dapat menggunakan hartanya
untuk menyambung silaturahmi, juga berbagi. Ia akan menyadari, terdapat hak
Allah Swt dalam hartanya. Hak untuk menyisihkan kepada makhluk tuhan yang lain,
yang juga membutuhkan.
Semoga dengan masih
dianugerahkannya kita hari ini dalam menjalankan ibadah puasa di bulan
ramadhan, kita dapat selalu berupaya untuk selalu menjadi makhluk lemah yang
tidak menyia-nyiakan kehadiran bulan suci-Nya, dengan memahami betapa banyak
kemuliaan yang terdapat di dalamnya, ganjaran yang berlipat ganda, jaminan yang
serba ditawarkan, serta keberkahan yang terkucur tanpa harus diukur. Wallahu a'lam.
(zul)

0 Comments