"Meperkenalkan Bukit Budug Asu Lawang
kepada pencinta tracking”
sumber, instagram #budugasu
Mungkin
masih asing di telinga pembaca, tapi Budug Asu kini menjadi destinasi favorit
wisatawan apalagi yang memiliki hobi tracking dan suka petualangan. Budug Asu
adalah nama bukit yang terletak di lereng gunung arjuno. Lokasi bukit ini ada
di atas Wisata Kebun Teh Wonosari, Malang. Kenapa sih namanya Budug Asu? Konon
muncul banyak pertanyaan dinamakan Budug Asu, saat penjajahan Belanda dulu,
ditemukan ‘Asu’ atau Anjing (dalam Bahasa Indonesia) sedang terkena penyakit
‘Budug’.
Budug
asu terletak di atas wisata kebun teh wonosari Lawang. Rute untuk sampai ke wisata
tersebut, dapat ditempuh melalui Malang menuju Lawang. Hingga bertemu stasiun
kreta api Lawang, kemudian ke arah barat menuju kawasan kebun teh wonosari.
Jika dari arah Surabaya ke Malang, sebelum stasiun lawang belok kanan atau
ambil alih ke barat dari arah Surabaya.
Wisatawan
atau pengunjung dapat menitipkan motor dan mobilnya di kawasan pemukiman warga
sekitar kebun teh wonosari. Kalau sahabat tidak berminat ke kebun teh wonosari,
sahabat dapat mengambil arah ke kiri sebelum loket dan tempat penitipan motor
di area warga sekitar.
Perjalanan
menuju puncak budug asu dapat ditempuh dari tempat penitipan motor berjalan
kaki. Kondisi jalannya berbatu, sepanjang jalan dikelilingi hamparan kebun teh
dan hutan pinus. Buat Wisatawan yang hobi trail dengan motor pas bangat tujuan
yang menantang buat dicoba karena tracking-nya yang cenderung terjal dan
berbatu. Tapi perlu diingat, keselamatan harus diutamakan.
Perjalanan
yang di tempuh dengan berjalan kaki ke puncak memerlukan waktu sekitar 1-2 jam,
dengan mengikuti rute dan arahan anak panah menuju Budug Asu. Perjalanan yang
cukup melelahkan ini akan terbayarkan dengan pemandangan yang luar biasa indah di atas bukit Budug Asu.
Pengunjung
dikenakan tarif Rp. 5.000, per-orang untuk naik ke puncak. Setelah sampai di
sebuah gazebo, di bawah bukit loket dan base camp rescue.
Puncak
Budug Asu ada di belakang loket pembayaran. Setelah pembayaran, wisatawan
berjuang lagi buat naik ke Tanjakan Dhemit yang curam. Disini wisatawan perlu
berhati-hati untuk naik ke tanjakan, lokasi tersebut sudah disediakan tali jadi
setidaknya sedikit terbantu.
Sebelum
nanjak wisatawan memprediksi dari bawah kalua keliatan sampai puncaknya bakalan
gampang. Tapi bakalan jauh dan susah ketika naik ke atas. Sama kayak hidup,
untuk mendapatkan sesuatu itu gampang padahal kita musti susah payah dan
berusaha keras.
Persiapan
muncak ke Budug Asu.
1. Bekal yang secukupnya, penting buat asupan tubuh saat
kelelahan. Di atas puncak jarang orang jualan makanan, dan satu atau dua warung
saja.
2. Memakai baju yang nyaman. Apa lagi jeans dan kaos
putih, karena ke lereng gunung.
3. Jas hujan untuk berjaga-jaga. Karena lereng gunung
adalah lokasi yang intensitas hujannya tinggi dan walaupun kemarau.
4. Jangan memakai sandal jepit pas saat nanjak,licin. (Nuser68)

0 Comments