Omzet Rp 350 Juta Per Bulan dari Bisnis Kopi, Ini Rahasianya!


Nekat Bisnis Kopi
Memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis tidak hanya butuh modal, tapi juga perlu kenekatan, keberanian dan strategi dalam melihat peluang. Tidak hanya itu berbisnis juga bisa dimulai dari hobi atau kesukaaan terhadap suatu hal.

Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang Anas, Linggar, Fian dan Hago untuk membuka kedai kopi, berawal dari kesukaan mereka nonggkrong dan minum kopi yang pada akhirnya dimanfaatkan untuk berbisnis.

“pada awal kami suka nongkrong dan minum kopi, dan kami bosan nongrong ditempat yang sama, akhirnya kami kepikiran untuk membuka warung kopi yang bisa buat kami nongkrong sendiri dan sekalian berjualan kopi” ujar linggar sebagai Chief Marketing Officer Warkop Brewok

diawal berdirinya warkop brewok ,mereka berempat sudah mendapatkan hambatan salah satunya orang tua yang kurang mendukung mereka untuk membuka warung kopi, karena waktu itu mereka masih berstatus mahasiswa.

Selain itu modal juga menjdi hambatan mereka dalam mengembangkan bisnis warung kopi. “kami hanya modal nekat saja, yakin dan fokus terhadap tujuan kami, masalah modal kami menyisihkan uang jajan kami dan menghemat pengeluaran untuk dijadikan modal membuka Warkop Brewok ini” ujar Anas Bahar.

Masih Muda
Pada bulan Juli 2016 mereka resmi membuka warung kopi di Jl Kedawung No 93 Malang dengan menyewa sebuah rumah dengan luas 133 meter persegi. Pada awal pembukaan masih beberapa orang teman saja yang berkunjung dan lama lama hingga satu bulan pertama lumayan banyak pengunjung.

Untuk melayani pengunjung, mereka bekerja secara bergantian dan dijadwal secara shifting karena disesuaikan dengan  jadwal kuliah mereka, mengingat statusnya masih mahasiswa.

“kami berempat waktu itu masih mahasiswa, umur baru 22 tahun tidak ada background bisnis, tapi walaupun kami masih muda kami punya keyakinan dan fokus untuk mengerjakan apa yang kami lakukan, cintailah passion-mu” sahut linggar.

Omset Rp 350 Juta Perbulan

Warkop Brewok diawal awal pendirian masih mengalami kesulitan, dengan pendapatan bersih Rp 4.000  per harinya. Pendapatan yang diperoleh dari Warkop Brewok  meningkat setelah beberapa bulan berjalan.

Seiring berjalananya waktu setelah pungunjung stabil dan pendapatan yang mereka peroleh meningkat serta semakin membludaknya pengujung warkop brewok di Jalan Kedawung , akhirnya mereka memutuskan untuk membuka Warkop Brewok II.

Warkop Brewok II yang berada di Jalan Candi Mendut No 37 Kota Malang, menempati luas lahan 650 meter persegi ini mampu menampung 500 pengunjung setiap harinya.

“dibukanya Warkop Brewok II merupakan bentuk Inovasi kami untuk menampung banyaknya pengunjung yang tidak tertampung di Warkop Brewok I, dan alhamdulilah omzet yang kita hasilkan sekarang dari Warkop Brewok I dan II sudah mencapai Rp 350 juta per bulanya” tangkas anas.

Caffee Beer Kapiten  dan Kue Pancong

Yang menjadi ciri khas dari Warkop Brewok adalah Caffee Beer Kapiten dan Kue Pancong.  Caffe Beer Kapiten dijual dengan harga Rp 12.000  punya rasa manis yang lumayan tajam dengan soda yang tidak terlalu nendang serta rasa kopi yang halus dan kuat.

Caffee Beer Kapiten ini merupakan favorite pengunjung dan didalamnya tidak terdapat kandungan alkohol atau 0% alkohol. Kemasannya juga semakin menambah image macho. Secara keseluruhan  caffee beer kapiten sangat cocok untuk diminum bersama teman teman ketika nongkrong.

Selain itu Kue Pancong di Brewok ini juga spesial, karena kue pancong ini merupakan signature culinary yang menjadi jualan utama Warkop Brewok. Kita bisa melihat jelas di logo Warkop Brewok  yang bertuliskan “Spesial Pancong” .

Kue Pancong dibanderol dengan harga lima ribu rupiah hingga dua belas ribu rupiah tergantung varian yang dipilih. Kue Pancong merupakan makanan khas daerah bekasi yang terbuat dari tepung. Mereka menciptakan sendiri adonan Kue Pancong sehingga terasa pas untuk ukuran anak muda.

“Kami  terus bereksperimen mencari formula terbaik untuk kue pancong, kami pernah  mencoba sampai 50 kali percobaan hingga menemukan kue pancong yang enak hingga saat ini” ujar linggar

Warkop Brewok juga menyediakan berbagai minuman Kopi Tradisional dengan harga lima rinbu rupiah hingga delapan ribu rupiah yang berasal dari petani kopi di Lumajang, Tulungagung dan Trenggalek. Untuk minuman lainya seperti Cappocinno, Chocolate, Teh, Susu dll, dibanderol dengan harga Rp 4.000 hingga Rp 15.000 . (Ekbar)



Post a Comment

0 Comments